Menu

Cara Mengisi Nilai PKG PPK BKN di Padamu Negeri

Alur Proses PKG Serta tata cara input data hasil penilaian Kinerja Guru Pada akun padamu negeri merupakan hal baru bagi rekan-rekan PTK maupun Operator Sekolah akan proses dan iplementasi yang tak bakal lama lagi kita hadapi menyangkut proses upload atau entry nilai Penilaian Kinerja Guru, Jika berminat untuk mengetahui cara perhitungan PK Guru Klik disini
ALUR PROSES PKG dan PPK BKN 2014 di PADAMU NEGERI
Berikut disampaikan alur proses PKG dan PPK BKN (Penilaian Prestasi Kerja PNS standar Badan Kepegawaian Negara) melalui Padamu Negeri. Proses PKG dan PPK BKN 2014 dilaksanakan terlebih dahulu oleh Tim Penilai Kinerja Guru secara manual dalam waktu tertentu.
Hasil penilaian manual dari Tim Penilai Kinerja Guru nantinya akan dimasukkan (entri) ke modul PKG dan PPK BKN di Padamu Negeri menggunakan akun login Kepsek.
Sambil menunggu proses kerja dari Tim Penilai dimaksud, silakan dipastikan EDS dan Keaktifan PTK telah lengkap terlebih dahulu karena menjadi syarat modul PKG dan PPK BKN dapat terbuka by system.

Mekanisme Cara Isi Nilai PKG PPK BKN  di Padamu Negeri
Jika mungkin kita cermati dari ini maka sangat jelas proses input data melalui Scan hasil Penilaian Kinerja Guru yang dipaparkan lewat gambar diatas. indikasinya tentu kita harus lebih bersiap dan mengetahui cara input/memasukkan data PKG/Penilian Kinerja Guru Pada Padamu Negeri.
Demikian sekilas informasi alur prosesnya, selengkapnya dapat dipelajari di buku pedoman pkg.

Pedoman Tersebut antara lain bisa bapak ibu download pada link dibawah ini.
 Download Pedoman PKG Guru
 Download PPT Penilaian Kinerja Guru
yang bapak/ibu bisa download di situs ini http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/pkg
Untuk membantu kemudahan operasional Padamu Negeri, dapat memanfaatkan situs bantuan online di http://bantuan.siap-online.com.

Pemutakhiran Data NUPTK

         Proses VerVal Ulang NUPTK mulai 3 Juni 2013 sesuai jenis Formulir VerVal Ulang ke Admin Dinas Kab/Kota atau Admin Sekolah Induk masing-masing. Untuk keterangan lebih jelasnya silahkan LOGIN ke  http://padamu.kemdikbud.go.id  atau bisa mengklil gambar di bawah ini.



Cara Praktis Cek SKTP PTK di P2TK Dikdas

Setelah beberapa hari yang lalu saya posting di Mung Info (repost dari posting tetangga) tentang bagai mana cara cek SKTP di P2TK Dikdas, kali ini saya informasikan terkait dengan cara praktis mengecek SKTP PTK di P2TK untuk Dikdas, caranya sangat simpel, tentunya bagi anda yang kesulitan menghafal ip adress yang dibagikan untuk pengecekan data.
Silahkan anda kunjungi link berikut: http://smpn1klw.sch.id/cekptk/

Nanti anda disana diminta memasukan nama PTK, kolom berikutnya anda diminta memasukan no NUPTK, (1 baris 1 data), dilanjutkan memasukan tanggal lahir dengan format dd-mm-yyyy , kemudian di proses, maka akan ditampilkan daftar PTK dengan link pengecekan yang ada disebelahnya yaitu ada 4 Link alternatif untuk cek Validasi Data PTK, dan link untuk mengecek SKTP turun atau belum.
Gambaranya seperti berikut:


Untuk CEK SK TPP 2014 Login Ke LAPOR TUNJANGAN DIKDAS dengan menuliskan NUPTK dan TAHUN TANGGAL LAHIR (19741221) serta tuliskan CODE yang tertera lalu klik SUBMINT


Alamat LINK :

2. http://223.27.144.195:8081/index.php
4. http://223.27.144.195:8084/index.php
5. http://223.27.144.195:8085/index.php





CEK TAGIHAN LISTRIK PLN

   Bagi yang ingin mengetahui jumlah tagihan listrik tiap bulannya, silahkan kunjungi situs reami PLN di http://www.pln.co.id/ dengan memasukkan Nomor ID pelanggan anda.

SERGUR

 Bagi shobat guru calon peserta UKG 2013 yang butuh informasi Tempat Ujian dan Nomor Peserta Silahkan kunjungi situs resminya di sini lalu klik pencarian dengan memasukkan nomor NUPTK.
  

SK TPP SERTIFIKASI GURU JAWA TIMUR

   Untuk mengetahui apakah SK TPP, SK FUNGSIONAL, dan SK DAERAH KHUSUS TERPENCIL  untuk wilayah jawa timur, sudah terbit atau belum bisa mengunjungi situs resmi TENDIK JAWA TIMUR atau arahkan MOUSE klik di SINI. Bagi sobat Guru Kab. Sampang silahkan Klik

Kode Pos Propinsi, Kabupaten, Kecamatan Seluruh Indonesia




                                 KLIK GAMBAR

Laporkan Sekolah Rusak Melalui Situs Bantu Sekolahku


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah baru dalam meningkatkan ketersediaan sarana pendidikan yang memadai di Tanah Air. Melalui situs online Bantu Sekolahku yang telah digarap sejak Juni lalu bekerja sama dengan World Bank, Uni Eropa dan Kedutaan Kerajaan Belanda, masyarakat diajak berperan aktif untuk dalam misi ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Naim, mengatakan bahwa sistem ini nantinya dapat menjadi wadah komunikasi bagi semua elemen di bidang pendidikan baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, guru, orang tua dan masyarakat umum.

"Sistem ini cukup unik karena dari sini dapat dipantau transparansi dan akuntabilitas kinerja tiap daerah," kata Ainun saat peluncuran Sistem Online Bantu Sekolahku di Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Melalui sistem ini, masyarakat dapat melaporkan langsung terkait masalah pendidikan yang terjadi di tiap sekolah baik dari segi infrastruktur, kinerja guru, beasiswa hingga aliran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Dari laporan yang masuk, nanti akan diteruskan ke divisi terkait untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Untuk tindaklanjutnya tergantung jenis masalahnya. Misalnya kekurangan buku, bisa seminggu ya langsung. Bangunan sekolah rusak, nah ini harus dianggarkan dulu, paling tidak enam bulan. Ya berarti lamanya enam bulan," jelas Ainun.

Sistem online ini sendiri sebetulnya sudah dilakukan di Filipina dengan nama 'Check My School'. Hanya saja di Filipina, pemerintah atau pihak kementerian pendidikan tidak ikut campur dalam pengelolaan situs ini. Sementara untuk Indonesia, justru situs ini merupakan milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meski berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ainun menjamin semua pihak dapat menggunakan akses ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan alat pemantau kinerja elemen pendidikan di tiap daerah. "Untuk daerah terpencil, nanti bisa menggunakan modem atau sinyal mobile. Nanti juga dari dana BOS, sekolah bisa menyediakan perangkat internet di sekolah," ungkap Ainun.

"Ini bentuknya seperti jejaring sosial saja jadi semuanya bisa terhubung. Jadi kalau ada masalah tentang pendidikan, jangan ragu untuk membuka situs ini bantusekolahku.kemdikbud.go.id," tandasnya.

berikut ini tampilan situs bantusekolahku.kemdikbud.go.id :

- untuk memberikan masukan, komentar, laporan, dsb kita harus daftar dan login terlebih dahulu
- untuk mencari sekolah, pilih CARI SATUAN PENDIDIKAN, lalu masukkan nama sekolah atau NPSN
- untuk melaporkan kekurangan, kerusakan, kebutuhan sekolah klik LAPORKAN KEBUTUHAN
- untuk mencari kebutuhan dari sekolah yang sudah masuk laporannya, klik TELUSURI KEBUTUHAN
untuk lebih lanjut, silakan langsung coba menuju situsnya klik gambar di atas.

Cara Pengisian Laporan Penggunaan Dana BOS ONLINE

Pengisian Laporan Penggunaan Dana BOS oleh Sekolah

Langkah-langkah Pengisian Laporan Penggunaan Dana BOS oleh Sekolah

1. Setiap sekolah harus mengisi laporan penggunaan dana BOS menurut 13 komponen yang  tercantum dalam Juknis BOS

2. Untuk dapat mengisi data penggunaan dana BOS, setiap sekolah melakukan langkah sbb:

a. Setelah membuka website www.bos.kemdikbud.go.id, selanjutnya klick Penggunaan Dana per Komponen

b. Selanjutnya pilihlah Sekolah

c. Isilah data pada kotak Login dengan mengisi nomor registrasi sekolah dan password. Nomor registrasi sekolah diisi dengan kode yang saudara dapatkan ketika mengisi data Dapodik. Sedangkan password diisi dengan NPSN sekolah

d. Setelah diisi, lakukan data entry jumlah dana BOS yang diterima dan digunakan sesuai form

Penggunaan Dana BOS menurut Juknis BOS 2011 dapat digunakan untuk 13 Jenis Komponen, yaitu:
Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku, yaitu Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, sedangkan SMP sebanyak 2 buku yaitu (a) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dan (b) Seni Budaya dan Ketrampilan. Jika buku dimaksud belum ada di sekolah/belum mencukupi sebanyak jumlah siswa, maka sekolah wajib membeli/menggandakan sebanyak jumlah siswa. Jika jumlah buku telah terpenuhi satu siswa satu buku, baik yang telah dibeli dari dana BOS maupun dari Pemerintah Daerah, maka sekolah tidak harus menggunakan dana BOS untuk pembelian/ penggandaan buku tersebut. Selain daripada itu, dana BOS juga boleh untuk membeli buku teks pelajaran lainnya yang belum mencukupi sejumlah siswa.
Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, yaitu biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru, dan lainnya yang relevan);
Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, pemantapan persiapan ujian, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olah raga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba);
Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa);
Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah, serta pengadaan suku cadang alat kantor;
Pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, internet, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus di sekolah yang tidak ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah, maka diperkenankan untuk membeli genset;
Pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah, perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya;
Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS;
Pengembangan profesi guru seperti pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama;
Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah. Jika dinilai lebih ekonomis, dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyeberangan, dll);
Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta printer, CD dan flash disk), penggandaan, surat-menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos;
Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa, masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran;
Bila seluruh komponen 1 s.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik, peralatan UKS dan mebeler sekolah. Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi situs resminya di SINI.